Acara Pentas Seni dan Bazar Kertosono Sisahkan Sewa Tenda Bazar, Panitia Raup Jutaan rupiah

WARTAJATIM.COM: NGANJUK - Tekad panitia Pentas Seni dan Bazar, Kertosono Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk melestarikan kesenian lokal berhasil diwujudkan dalam pagelaran seni dan bazar dalam rangkah Peringatan HUT RI KE 72, Secara bergantian, kelompok kesenian yang ada di dominasi adik-adik pelajar belia tersebut ditampilkan.

Saat berita ini ditulis, acara yang rutin digelar di area halaman Kecamatan Kertosono tersebut sangat meriah lebih meriah dari tahun sebelumnya.

Sewa tenda bazar yang dikeluarkan para masyarakat bervariasi mulai dari terkecil minimal 150.000 sampai 250.000 per tenda,untuk menggelar pertunjukan juga tak sedikit.

Menurut Ketua Panitia bazar, Imam sugeng rekno saat ditemui wartwan di kantor Kecamatan membenarkan tarikan dana tenda,imam merinci untuk sewa tenda didepan memang beda didalam,menurut imam semua ada 55 tenda yang terpasang,22 tenda ada didalam,yang diluar ada 32 tenda.masing-masing bervariasi,kalau diluar hanya 150 ribu kalau didalam 250 ribu bedanya tendanya agak besar.

“Kami memang menarik per tenda mas,semuanya sudah saya serahkan ke Ketua PHBN Kecamatan Pak Sukur.kita open kok mas,jangan sampai nanti kita menggunakan anggaran tenda?semua keperluan acara yang kita lakukan murni tidal ada sumbangan dari pihak manapun,Agar acara tetap berjalan kita harus menarik masyarakat yang jualan di acara ini,” jelas Imam

Sumber pendanaan, kata imam, didapat dari tarikan tenda bazar, bantuan dari Kecamatan dan dari pihak sponsor.

Untuk bazar yang dilaksanakan pada Sabtu Malam (2/9/2017), panitia dapat tenda dari pihak sponsor,imam mengungkapkan,hasil sewa tenda yang kita tarik dari 55 tenda bazar asumsi 150.000 × 32 = 4800.00 ditambah 250.000×22= 5500.000 total semuanya 10.300.000.

Sementara Ketua PHBN Abdul syukur menambahkan Menurut syukur selama ini kita masih usaha sendiri,acara ini banyak yang bantu mas dan sudah selayaknya pemerintah pemkab nganjuk mulai melirik pentas seni Kertosono Karena selain mampu melestarikan kesenian lokal, dampak ekonomi juga telah dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Setidaknya kami dibantu tenda gratis atau bantuan peralatan yang lain,” pungkas sukur. (kuswanto)