Biaya dan Volume Proyek Paket 15 Tebo "Disembunyikan"

INDONESIASATU.CO.ID:

TIGA kegiatan pembangunan infrastruktur Paket 15 di wilayah Kecamatan Rimbo Ulu yang dipercayakan Pemerintah Kabupaten Tebo kepada penyedia jasa PT Bumi Delta Hatten diduga tidak dilaksanakan sesuai aturan. Indikasi pelanggaran tersebut sudah terlihat dari fase pekerjaan persiapan, yakni berupa pemasangan papan proyek yang tidak transparan merinci volume dan nilai uang rakyat yang digunakan untuk pekerjaan, seperti digariskan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pemasangan Papan Plang Proyek, Permen Pekerjaan Umum (PU) Nomor 12 tahun 2014, maupun Kepres Nomor 80 Tahun 2003 sebelumnya. Selain menyalahi aturan-aturan tersebut, papan proyek yang dipasang penyedia jasa PT Bumi Delta Haten dengan rekanan konsultan pengawas CV Ativa Cipta Rencana telah terang-benderang juga telah mengabaikan hak publik untuk mendapatkan informasi yang transparan, seperti dituangkan dalam Udang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. “Sebagai rakyat, tentu perlu tahu. Itu uang rakyat, jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan prbadi pihak rekanan atau pihak lain yang terkait. Mestinya pihak berkompeten, seperti pejabat di dinas pekerjaan umum mengawasinya. Dari tahapan pekerjaan persiapan saja udah tidak jelas bagaimana selanjutnya,” ujar seorang warga di Tebo. Seperti didapatkan Indonesia Satu dari papan proyak yang terpasang di sekitar lokasi jalan yang hendak dikerjakan PT Bumi Delta Hatten, dipercaya mengaspal dua ruas jalan di wilayah Kecamatan Rimbo Ulu. Yakni pengaspalan jalan Selasih-Sidorukun dan ruas jalan Plamboyan-Sukadamai. Pekerjaan ketiga yakni berupaa peningkatan jalan poros Sukadamai Rimbo Ulu. Namun dalam papan proyek volume dan nilai kontrak ketiga pekerjaan dalam Paket 15 tersebut “disembunyikan” alias tidak dicantumkan. Menanggapi temuan tersebut, Kadis PUPR Tebo Hendri Nora St, melalui PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) terkait, Irping, ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah mengetahui bahwa papan proyek tersebut tidak dituliskan nilai kontraknya. "Iyo, kito sudah dapat laporan bahwa papan proyek tersebut tidak dituliskan nilai kontraknya. Tapi sudah kito telepon pihak terkait supaya mengganti papan proyek tersebut," sebut Irping. Irping juga menambahkan pekerjaan Paket 15 yang dikerjakan oleh PT. Bumi Delta Hatten tersebut bernilai Rp9 miliar yang dianggarkan dalam APBD Tebo Tahun 2018. Dirincinya, pengaspalan jalan Selasih Sidorukun senilai Rp2,8 miliar, dengan volume pekerjaan 1,5 kilo meter. Pengaspalan jalan Flamboyan Suka Damai senilai Rp1,4 miliar dengan volume pekerjaan 850 meter. Sementara pekerjaan peningkatan jalan poros Suka Damai Rembo Ulu bernilai Rp4,7 miliar dengan volume pekerjaan 2 kilo meter.(erwin)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita