Dinkes Pasaman Beberkan Penyebab Dana Kapitasi Puskesmas Cubadak Tak Kunjung Cair

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumbar melalui Dinas Kesehatan membeberkan sejumlah penyebab terhambatnya proses pencairan dana kapitasi Puskesmas Cubadak, Kecamatan Dua Koto, hingga berujung adanya aksi mogok kerja bagi puluhan karyawan/ti di Puskesmas tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Amdarisman ketika dikonfirmasi oleh Indinesiasatu.co.id, Sabtu (20/10/2018).

"Benar. Dana Kapitasi Puskesmas Cubadak semenjak bulan Juni-Oktober 2018 ini belum bisa dicairkan. Karena dalam mekanisme pencairan dana kapitasi Puskesmas itu dari pihak BPJS Kesehatan, mesti mendapat rekomendasi dulu dari Dinas Kesehatan agar dana itu bisa dicairkan oleh pihak BRI. Nah, sebab belum bisa dicairkan karena Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dari Puskesmas Cubadak belum lengkap. Tentu kami dari Dinas Kesehatan belum bisa memberikan rekomendasi pencairan itu," terang Amdarisman.

Menurut Amdarisman, kebijakan itu sengaja dibuat agar seluruh surat pertanggungjawaban dana di seluruh Puskesmas bisa terkontrol dengan baik dan jelas. Kemudian, kebijakan itu juga nantinya agar tidak ada masalah lagi dalam pelaporan keuangan saat kena periksa oleh intansi atau lembaga terkait.

"Masalah dana ini kan sangat sensitif. Kalau tidak hati-hati bisa fatal akibatnya. Sebenarnya masalah di internal Puskesmas Cubadak ini sudah empat kali kami turun ke lokasi dari Dinas Kesehatan. Karena tak kunjung selesai SPJ nya. Salah satu masalahnya kata Kapus Cubadak, dr. Tarigan karena Bendahara Kapus tersebut katanya mengundurkan diri. Kalau memang iya, mana surat pengunduran dirinya? Kemudian juga diajukannya Bendahara yang baru. Tentu dengan persoalan ini semakin memperlambat proses pencairan dana Kapitasi tersebut. Sehingga karyawan dan tenaga medis terus berontak," tambahnya.

Menurut Amdarisman, semenjak adanya keterlambatan pencairan dana Kapitasi Puskesmas tersebut sudah sering terjadi beberapa permasalahan dan kurang harmonisnya antara Kapus dengan Karyawan maupun tenaga medis di internal Puskesmas Cubadak. Namun Amdarisman enggan merinci persoalan di Puskesmas Cubadak tersebut.

"Kami dari Dinas Kesehatan bukan tidak pernah mencarikan solusi terbaiknya. Kalau untuk pencairan dana Kapitasi tidak bisa ditawar lagi, harus lengkap dan sesuai ketentuan dulu SPJ nya. Jika tidak, kami tidak bisa memberikan rekomendasi pencairan. Beberapa hari yang lalu juga kami sudah turun dan berusaha menenangkan mereka tentang adanya rencana mogok kerja ini dan permasalahan ini tidak terbuka ke publik. Namun kami tak sanggup lagi membendungnya, karena itu hak mereka," tuturnya.

Namun kata Amdarisman, seluruh persoalan ini akan segera ditindaklanjuti dan akan melaporkannya ke Bupati setempat. Agar tidak terus berlarut lama tanpa solusi.

"Saya saat ini sedang Dinas Luar di Jakarta. Namun sore ini saya menuju pulang. Secepatnya masalah ini akan saya sampaikan ke atasan kita yaitu Bupati Pasaman. Kemudian juga tidak mengganggu pelayanan di Puskesmas Cubadak tersebut," tutupnya.(Anto)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita