Forum Silaturahmi Mahasiswa Aceh (FORSIMA) Adakan Dialog Publik "Jihad Melawan Narkoba" di Aceh Tamiang

INDONESIASATU.CO.ID:

ACEH TAMIANG -  Aceh Tamiang saat ini dapat dikatakan dalam kondisi sangat  darurat persoalan mengenai peredaran dan penyalahgunaan narkoba. (01/03/2018).

Karena persoalan itu bersifat penting,  genting dan darurat, maka kami dari FORSIMA ( Forum Silaturrahmi Mahasiswa Aceh) Kabupaten Aceh Tamiang akan mengadakan sebuah kegiatan Diskusi yaitu  Dialog Publik  "Jihad Melawan Narkoba"  Sabtu, Pukul 09.00 WIB s/d selesai, Di Aula Setdakab Aceh Tamiang.

'Hidup Sehat  jauhi Narkoba, Hidup  bahagia Dekati Agama,  sudah saatnya generasi muda memperangi Narkoba ' , Ujar Chaidir Azhar ketum FORSIMA.

Dalam acara dialog publik tersebut juga akan turut hadir Bupati  Aceh Tamiang H.Mursil , untuk memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara tersebut. Adapun pemateri adalah  Kepala BNNK Aceh Tamiang (AKBP Trisna Safari Yandi, SE ), Kapolres Atam ( AKBP Zukhir Destrian, SIK, MH ), Dandim 0104/ Atim ( Letkol Inf. M Iqbal Lubis ), Kejari Atam ( Irwinsyah, SH ), Ketua DPRK Atam ( Fadlon, SH ), Sekda Atam ( Razuardi, ST ), Ketua MPU Atam ( Drs. H.M.Ilyas Mustawa ) , Kadis Sosial Atam ( Muhammad Alijon, SE ), dan pengamat sosial ( M. Iqbal Rozi, SH ) sebagai Pembicara, Moderator Acara Diskusi Dialog ( M. Ajie Lingga ).

Chaidir Azhar, Ketua umum FORSIMA mengatakan  " Peredaran narkoba banyak terjadi di Aceh Tamiang Menurutnya, keadaan itu dipengaruhi dikarenakan adanya kerja sama dari Pengedar kepada Pihak Oknum yang tidak bertanggung jawab atas jabatan yang diamanahkan kepadanya." 

"Aceh Tamiang memiliki BNNK dan juga penegak hukum yang sudah lengkap, Namun lebih baik jika dilibatkan masyarakat dalam pembentukan Satgas, khususnya kepada mahasiswa," katanya.

"Regulasi dan peraturan tentang pemberantasan narkoba harus diawasi agar berjalan secara efektif dan efisien. Inilah fungsinya mengapa harus melibatkan kalangan masyarakat khususnya mahasiswa, agar bisa saling bersinergi dalam  mengontrol dan memberantas Narkoba. Kami dari kalangan Mahasiswa yang tergabung di FORSIMA ( Forum Silaturrahmi Mahasiswa Aceh ) Kabupaten Aceh Tamiang,  sangat siap untuk menjadi bahagian dalam pemberantasan  Narkoba, alias Satgas di Aceh Tamiang," jelas Ketum Forsima ini.

Sementara itu, jika pemberantasan narkoba ini dilakukan tidak dengan penuh keseriusan alias  'setengah hati’ maka akan berdampak panjang pada generasi muda di masa depan. Penanganan ini tidak bisa dilakukan setengah hati sebab mafia narkoba dan narkotika memiliki pengaruh yang kuat dan besar. Ketika ini dibiarkan maka Indonesia dan terkhusus diaceh Tamiang akan terus semakin besar dan merajalela.

"Peredaran narkotika marak sekali terjadi di masyarakat terpencil  ataupun di pelosok desa, hal ini tidak bisa dibiarkan, Kita harus menjadikan pemberatasan narkoba sebagai agenda penting yang mendesak dalam hal ini. Jika genarasi muda rusak, maka negara dalam ancaman serius. Kami Dari Forsima siap  untuk menjadi garda terdepan ' Jihad Melawan Narkoba '. Tegas Chaidir.

"Dosa terbesar dan perbuatan yang paling biadab dan sangat dilaknat  adalah membiarkan ketika rakyatnya hancur dan kehilangan masa depan. Marilah kita semua untuk sama-sama berjihad melawan narkoba. Kita mesti menyadari bahwa inilah salah satu Penyakit yang sangat harus kita berantas bersama-sama , karena Narkoba ini bukan hanya merusak dirinya sendiri, akan tetapi merusak generasi , moral, Agama  , serta bangsa tercinta ini yakni Indonesia dan terkhusus di Aceh Tamiang.[M.Irwan]

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita