Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek Prihatin Dengan Kualitas Sekolah Dasar, Dindikpora Diberi Waktu Satu Tahun Untuk Berbenah

indonesiasatu, 28 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Trenggalek - Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek menyoroti terkait kualitas Sekolah Dasar (SD) yang tidak mampu bersaing dengan sekolah swasta dan cenderung jumlah siswanya menurun setiap tahun ajaran baru.

Mugianto, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek mengingatkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) agar segera berbenah dan mencari solusi terbaik supaya kedepan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke Sekolah Dasar Negeri bisa pulih.

"Ini menjadi PR kita bersama dan harus dicari akar persoalannya agar kualitas dan jumlah siswa bisa bertambah setiap tahun ajaran baru, " terangnya,  dalam acara rapat kerja Komisi IV dengan Dindikpora, Senin (27/1/2020).

Politisi Partai Demokrat ini merasa kecewa melihat kondisi di lapangan yang terjadi saat ini dan sangat diluar dugaan.

Dikatakannya, saat Komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) banyak ditemui Sekolah Dasar yang jumlah siswanya dibawah standar atau kurang dari 60 siswa.

Mugianto menjelaskan jika di Sekolah Dasar Negeri mengalami penurunan jumlah siswa justru sebaliknya sekolah - sekolah swasta jumlah siswanya mengalami kenaikan.

"Ini sangat disayangkan karena anggaran untuk bidang pendidikan terus meningkat, " cetusnya.

Pria asli Trenggalek ini mengingatkan Dinas Dindikpora untuk segera berbenah dalam kurun waktu satu kedepan dan tidak ada lagi alasan kalah bersaing dengan sekolah swasta dan jumlah siswa menurun.

"Kami bersama anggota dewan yang ada di Komisi IV memberi waktu satu tahun untuk menyelesaikan persoalan ini, " tegasnya.

Eko Yuniarti, Sekertaris Dindikpora tidak menampik jika minat masyarakat menyekolahkan anaknya ke Sekolah Dasar Negeri cenderung menurun dan terjadi hampir setiap tahun.

Selain itu, Eko juga mengakui jika sekolah swasta banyak diminati dan mampu mencetak siswa - siswa berprestasi.

Eko menjelaskan, ada beberapa faktor penyebabnya, antara lain, pertama, guru yang mengajar dengan status ASN usianya sudah tua - tua dan mendekati pensiun.

Kedua, dari sisi promosi sekolah swasta banyak melakukan terobosan - terobosan, antara lain, ada mobil antar jemput, seragam gratis.Ketiga, untuk menjadi guru negeri harus berpendidikan minimal sarjana.

"Pada dasarnya dinas sudah meningkatkan kinerja dan memberikan fasiltas sarana dan prasarana untuk mendongkrak prestasi agar bisa menjadi daya tarik masyarakat, " ungkap Eko.

Terpisah, Zaenab, Kepala Bidang (Kabid) Pembina SD berencana membuat terobosan yaitu menciptakan Sekolah Inovatif di setiap kecamatan untuk mengimbangi pihak swasta.

Selain itu, menurutnya, dari 422 sekolah 78 diantaranya akan diregrouping agar lebih efisien dan efektif."Yang jelas dinas akan terus berbenah dan malakukan koordinasi dan terus melihat perkembangan.Mudah - mudahan tahun depan semua persoalan bisa diatasi, " pungkanya (ags).

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu