Kunjungi Rusia , Fadli Zon dan NC Dorong Kerjasama Ekonomi dan Budaya

INDONESIASATU.CO.ID:

 Moscow - Dijamu oleh kedutaan besar Indonesia di Moscow, Rusia, usai menghadiri Forum Internasional, Wakil Ketua DPD-RI Fadli Zon dan Senator asal Sumatera Barat Nofi Candra berdiskusi tentang politik internasional,  peran parlemen dunia dan pelajaran dari kemajuan Rusia .

Topik pembahasan menyinggung Pasca-runtuhnya Uni Soviet, negara besar ini terbelah jadi beberapa bagian. Sebagai negara utama, Rusia kembali jadi kekuatan dunia yang tetap di perhitungkan dalam percaturan internasional.

Fadli Zon yang juga  pernah menempuh pendidikan di negeri Beruang Putih ini bercerita tentang perkembangan dan kemajuan Rusia yang terus bergerak. Perbandingan perkembangan Rusia sejak ia kuliah dan sekarang sangat pesat.

Secara terpisah Nofi Candra atau yang akrab disapa dengan NC melalui pesan aplikasi whats up menyatakan bahwa kunjungan keluar negeri ini selain dalam rangka pertemuan parlemen dunia, juga sebagai agenda belajar  pengelolan sumber daya manusia oleh Rusia.

" Saya dengan Bapak Fadli Zon, Wakil Ketua DPD-RI, beserta Bapak Duta Besar Indonesia berdiskusi tentang pola Rusia merawat kebudayaan, menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan fokus dengan teknologi", ujar Nofi

Ia berharap pola-pola ini lihat bisa di adopsi Indonesia. “Sebagai putera Sumatera Barat, saya dengan Fadli Zon berharap pola-pola Rusia menyiapkan SDM yang unggul dan fokus kepada teknologi sebagai salah satu penguat karakter intelektual menjadi pelajaran dan mampu diadopsi oleh bangsa Indonesia khususnya bagi orang-orang Minang", tambah Nofi.

Forum Internasional “Pengembangan Parliamentarisme” sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diinisiasi Parlemen Rusia, Duma. Kegiatan yang berlangsung di Moskow, 1 hingga 3 Juli 2019 ini diselenggarakan di World Trade Center (WTC), dengan dihadiri oleh delegasi dari 132 negara dengan 800 anggota parlemen.

Pada acara penting ini, Wakil Ketua DPR RI , Fadli Zon, sebagai keynote peaker menyampaikan pidato yang intinya mengatakan, bahwa forum parlemen dunia memiliki kewajiban dan tanggung jawab kolektif dalam menciptakan kawasan dan dunia yang stabil, aman dan damai. Momentum penting ini merupakan langkah bagi setiap negara dalam percaturan internasional. (Amel)

 

  • Whatsapp

Index Berita