Tanpa Izin Resmi dari Pemkab Blora, Cafe Millenium Cepu Tetap Buka 

WARTAJATENG.COM: BLORA – Dengan telah disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang kepariwisataan menjadi perda oleh DPRD Blora beberapa waktu lalu, berarti semua pengusaha/pengelola kepariwisataan, termasuk didalamnya pengusaha cafe, karaoke, diskotik maupun pub malam harus mengikuti aturan main yang ada tanpa terkecuali, termasuk Satpol PP sebagai penegak Perda juga harus siap menjalankan amanat Perda Blora Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Kepariwisataan tersebut.

Namun sayang, perda di Kabupaten Blora hanya dianggap sebagai sebuah produk pemerintah saja, tanpa pernah ada sanksi dan tindakan nyata dari pemerintah bagi pelanggar perda tersebut. Sebut saja Cafe Millenium yang beroperasi di sekitar lokasi Taman 1000 Lampu di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Cafe yang menyajikan hiburan malam dan karaoke ini beroperasi tanpa memiliki ijin sebagai Tempat Hiburan Malam (THM).

Menurut Slamet, salah seorang warga sekitar, yang juga salah seorang anggota Karang Taruna di lingkungan dimana Cafe Milenium berada mengatakan bahwa Cafe Milenium ini dirasa aktifitasnya sangat mengganggu  masyarakat. Hampir setiap malam terdengar suara dentuman musik yang sangat keras, belum lagi kalau pas ada pengunjung yang mabuk dan bertengkar dengan pengunjung yang lain. Hal ini tentunya sangat mengganggu.

“Seharusnya pengelola cafe memberikan peredam suara agar hingar bingar suara musik didalam tidak begitu terdengar keras diluar. Saya berharap aparat dalam hal ini Satpol PP bertindak tegas terhadap cafe yang tidak memiliki ijin resmi serta mengganggu lingkungan.” Tambah Slamet.

Tyo sebagai pengelola cafe ini ketika dikonfirmasi oleh wartawan “Journalist.Id” mengatakan bahwa dia akan menghabiskan dulu ijin cafe ini (padahal saat ini cafe milenium hanya memiliki ijin resto dan bukan ijin cafe).

Menurut pantauan “Journalist.Id” di lapangan, Cafe Milenium ini selain menyediakan hiburan malam juga menyediakan penjualan miras dan mihol yang juga tanpa ada ijinnya. Selain itu di cafe ini juga ada LC yang masih dibawah umur.

Dahlan Rosidi, selaku kasi trantib di Kecamatan Cepu (Kasatpol PP Cepu) ketika ditanya bagaimana dengan penindakan terhadap cafe yang melanggar perda selalu berdalih bahwa sudah dilaporkan ke Blora dan menunggu instruksi dari pimpinan di Blora. (Dik)