Anggota DPR RI FPKS, Junaidi Auly: Pansus Jiwasraya Urgensi di Bentuk

Anggota DPR RI FPKS, Junaidi Auly: Pansus Jiwasraya Urgensi di Bentuk
Anggota DPR RI FPKS, Junaidi Auly

JAKARTA - Masalah Jiwasraya menambah jajaran Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) milik pemerintah dengan tatakelola buruk. Persoalan yang dihadapi perusahaan tersebut bermula dari kegagalan program JS Proteksi Plan. JS Proteksi Plan merupakan produk bancassurenace yang memberikan manfaat asuransi jiwa berupa santunan meninggal dunia, bukan dan atau karena kecelakaan atau cacat tetap total karena kecelakaan. Premi (sekaligus) minimal Rp. 50 juta dan maksimal Rp. 5 miliar. 

Anggota DPR RI FPKS Junaidi Auly menjelaskan bahwa sebagian besar dana yang dikumpulkan dari program JS Proteksi Plan diinvestasi ke pasar saham (repo saham) dan reksadana. “Kita tahu bahwa Repo saham (repurchase agreement) merupakan pinjaman yang diberikan dengan agunan berupa saham. Suku bunga cukup tinggi, karena risikonya juga tinggi. Kondisi pasar yang fluktuatif menyebabkan return saham cenderung menurun dan menyebabkan kondisi keuangan Jiwasraya tertekan, ” ungkap Junaidi, Senen (06/01/2020).

Total nilai klaim program investasi Saving Plan dari tujuh mitra bancassurance mencapai Rp16, 42 triliun. Secara total, konsumen Jiwasraya kurang lebih 6 juta. Pada 2009, aset Jiwasraya mencapai Rp5, 4 triliun; terus meningkat, hingga mencapai Rp45, 6 triliun pada 2017. Laba perusahan juga meningkat dari Rp356 miliar pada 2009 menjadi Rp360 miliar pada 2017. Tahun 2018 dan 2019 (September) perusahaan rugi masing-masing Rp15, 8 triliun dan Rp13, 7 triliun.

Legislator asal Lampung ini melanjutkan, Kalau dilihat asetnya, penempatan pada reksadana hampir 50%; ke saham sekitar 17% tanah dan bangunan 17% deposito berjangka dan obligasi korporasi masing-masing 11% dan 4, 5%. Liquid asset perusahaan sangat sedikit.

Selain masalah kegagalan program JS Proteksi Plan, Junaidi menjelaskan terdapat persoalan lainnya lewat manipulasi laporan keuangan. “Pada 2017 misalnya, perusahaan (manajemen lama) melaporkan laba bersih sekitar Rp2, 4 triliun (unaudited). Sementara itu, menurut audit PwC dimana laba hanya Rp. 360 miliar. Berbagai masalah tersebut tentunya krusialnya untuk dilakukan audit investigasi, bahkan urgensi untuk dilakukan pembentukan Pansus di DPR, ” tutup Junaidi. (***)

LAMPUNG DPR RI
WartaParlemen.com

WartaParlemen.com

Previous Article

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Junaidi Auly:...

Next Article

Anggota DPR RI Komisi XI Junaidi Auly: 5...

Related Posts

Peringkat

Profle

WartaParlemen.com

rafico

rafico

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Fikri Haldi

Fikri Haldi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Erwin

Erwin

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Follow Us

Recommended Posts

Purwati Spd Wakil Ketua DPRD Beserta Komisi C Anggota DPR-D Cilacap Lakukan Kunker di Desa Sawangan
Direksi Bank Syariah Indonesia Diminta Pertimbangkan Wacana Penarikan Dana Muhammadiyah
Aleg PKS Junaidi Auly Berharap Merger Bank Syariah Mampu Menjawab Peluang dan Tantangan
Aleg PKS Nilai Pemerintah Perlu Kerja Keras Hadapi Ekonomi 2021
Cinta Olahraga, Paslon N1 Barru Isi Kampanye Main Sepak Bola

Random Posts