Harga Pangan Nyelekit, Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly Pertanyakan Peran Pemerintah

Harga Pangan Nyelekit, Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly Pertanyakan Peran Pemerintah
Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly

JAKARTA - Dampak covid-19 terus menggerogoti ekonomi nasional, lihat saja PHK pekerja paling nyata dan terasa. PHK terjadi karena beberapa perusahaan sudah tidak berproduksi. Disamping itu pelaku sektor informal tidak leluasa beraktivitas menyebabkan kelumpuhan, penting perhatian pemerintah agar kondisi tidak semakin memburuk.

Selain PHK, tekanan terjadi juga pada kenaikan harga pangan yang tentunya membebankan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, inflasi bahan makan mencapai 6,41 persen (yoy) pada Maret 2020.

Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly menjelaskan inflasi 6 persen sangat tinggi dan mengganggu, apalagi situasi ekonomi rumah tangga berada di titik terendah.

Aleg Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa “Harga rata-rata harian cabai rawit merah per kg selama April naik hingga 25 persen dibanding bulan Maret sedangkan gula pasir, bawang merah, rata-rata naik hampir 15 persen. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, harga cabai rawit sudah naik 35 persen pada April, gula pasir melambung hingga 37 persen”.

“Di tengah pandemi covid-19, level inflasi tersebut sudah sangat berbahaya bagi golongan menengah ke bawah. Untuk itu pemerintah agar lebih berperan baik dari segi ketersediaan stok pangan, proses distribusi dan menjaga kestabilan harga. Apalagi beberapa hari kedepan umat muslim akan memasuki bulan ramadhan,” tutup Junaidi, Rabu (22/04/2020).  (***)