Tim Pemuda Peduli Desa Sawah Sumur Pertanyakan Banyak Warga Tak Dapat BLT - DD

Tim Pemuda Peduli Desa Sawah Sumur Pertanyakan Banyak Warga Tak Dapat BLT - DD

SUMENEP - Pemerintah terus melakukan upaya untuk mencari solusi ditengah mewabahnya Pandemi Covid - 19 yang semakin meluas hingga berdampak dengan menurunnya perekonomian yang dirasakan masyarakat.

Oleh karena itu, salah satu solusi yang diambil pemerintah dalam menghadapi mewabahnya Pandemi Covid-19, yaitu berbagai Bantuan Sosial (Bansos) dikucurkan Pemerintah guna membantu masyarakat yang perekonomiannya menurun drastis. Salah satunya Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT DD).

Namun dalam penyaluran Dana Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dana desa (BLT - DD) untuk penanganan Covid-19 menuai polemik. 

Pasalnya, pencairan bantuan sosial (Bansos) bagi warga miskin terdampak Covid-19 itu kerap memantik protes warga di sejumlah daerah.

Seperti yang terjadi di Desa Sawah Sumur, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur saat ini pembagian BLT - DD dikeluhkan oleh warganya. 

Warga mengeluhkan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat tersebut dinilai dilakukan setengah - setengah. Dimana masih ditemukan beberapa warga yang layak namun tidak mendapatkan bantuan. Kondisi demikian sungguh sangat di sesalkan oleh warganya.

Terkait hal ini, Hairul Rahman selaku juru bicara dari Tim Pemuda Peduli Desa Kepada Media, Sabtu (8/8/2020) menyampaikan,  bahwa sebagian warga sudah mendatangi balai desa untuk musyawarah terkait pendataan dan penyaluran BLT - DD yang terkesan tidak transparan. Namun Kepala Desa Sawah Sumur Bapak Samsuri seolah tidak menggubris usulan tersebut, " ungkapnya.

Buktinya pada tanggal 27 Juli 2020 telah dilakukan penyaluran BLT DD tahap ke dua, namun tetap tidak ada perubahan. Artinya sudah jelas usulan Tim Pemuda Peduli Desa ditolak oleh Pemerintah Desa setempat. 

Padahal sesuai aturan yang berlaku pihak Pemerintah Desa harusnya merefisi atau mengevaluasi secepat mungkin ketika pencairan BLT DD pertama sudah dilakukan agar yang benar - benar tidak terdata bagaimana  bisa terdata untuk diusahakan masuk ke tahap pencairan ke dua. 

Tim Pemuda Peduli Desa juga sangat menyayangkan terhadap kinerja BPD selaku yang mempunyai kewenangan sebagai pengawas kinerja Kepala Desa terkesan pasif, "paparnya.(Jon)

SUMENEP
Achmad Sarjono

Achmad Sarjono

Previous Article

Cegah Covid-19, Ketua Banggar DPR RI, MH....

Next Article

OJK Diminta Ambil Langkah Serius Dalam Penyelamatan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Update

Alamsyah putra

Alamsyah putra

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Mar 14, 2021

Totong Setiyadi

Totong Setiyadi

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Mar 28, 2021

Aleks Waine

Aleks Waine

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Jul 11, 2021

Fikri Haldi

Fikri Haldi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Alamsyah putra

17 Anggota DPRD Dogiyai Berikan Mosi Tidak Percaya Kepada Tiga Pimpinan Dewan
Banggar DPR RI Sepakati Postur Sementara RAPBN 2022 Rp2.714,2 Triliun
Sekretaris DPD Partai NasDem Cahyo Sasongko Pimpin Rapat Menjelang Kegiatan Vaksinasi Tahap II Besok
Banggar DPR RI Sepakati Asumsi ‘Lifting’ Migas Tahun 2022

Follow Us

Recommended Posts

17 Anggota DPRD Dogiyai Berikan Mosi Tidak Percaya Kepada Tiga Pimpinan Dewan
Banggar DPR RI Sepakati Postur Sementara RAPBN 2022 Rp2.714,2 Triliun
Banggar DPR RI Sepakati Asumsi ‘Lifting’ Migas Tahun 2022
Musa Rajekshah Terus Berjuang Besarkan Partai Golkar di Sumut
Komisi IV DPR RI Nilai Teknologi Informasi BROL di Perancak Sangat Luar Biasa