Fraksi PAN DPR RI Nilai Pertumbuhan Ekonomi pada Tahun 2020 Cukup Memprihatinkan

Fraksi PAN DPR RI Nilai Pertumbuhan Ekonomi pada Tahun 2020 Cukup Memprihatinkan
Juru Bicara F-PAN DPR RI Slamet Ariyadi

JAKARTA - Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) menilai pertumbuhan ekonomi selama tahun 2020 cukup memprihatinkan, karena perekonomian Indonesia selama tahun 2020 tidak bisa keluar dari resesi ekonomi. Juru Bicara F-PAN DPR RI Slamet Ariyadi memaparkan, sejak triwulan I, pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2, 97 persen, selanjutnya, triwulan II pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus 5, 32 persen.

“Sementara pada triwulan III pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus 3, 49 persen. Hal ini berarti Indonesia masuk kategori resesi ekonomi, " kata Slamet saat membacakan pandangan Fraksi PAN terhadap RUU Tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8/2021).

Lebih lanjut terkait pengangguran dan kemiskinan, lanjut Slamet, Program Perlindungan Sosial PC-PEN pada tahun 2020 dinilai F-PAN kurang mampu untuk menahan laju kenaikan kemiskinan dan pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka naik sebesar 1, 8 persen menjadi 7.07 persen. Begitu pula dengan tingkat kemiskinan yang kembali menyentuh angka psikologi di atas 10 persen yaitu 10, 19 persen pada 2020.

"Naiknya pengangguran dan kemiskinan secara langsung juga mengakibatkan naiknya rasio gini 0, 380 menjadi 0, 385. Kenaikan rasio gini dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan sosial akibat kesenjangan yang terlalu lebar dantara miskin dan kaya, " tambah Anggota Komisi IV DPR RI itu.

Selain itu, terkait permasalahan insentif perpajakan, F-PAN mengapresiasi kebijakan insentif perpajakan, karena program ini tidak hanya dapat membantu usaha kecil dan mikro, namun juga kelompok usaha besar terutama dalam menjaga cash flow di tengah tekanan penurunan omset, sehingga angka PHK dapat ditekan.

"Meski demikian, Fraksi PAN sangat menyayangkan pemberian insentif pajak yang diberikan kepada kalangan atas dengan menghilangkan PPnBM, Hal ini tentu saja merupakan kebijakan yang salah sasaran, karena mereka yang mendapatkan kebijakan tersebut adalah orang yang mempu membayar pajak PPnBM, " tutur legislator dapil Jawa Timur XI ini. (bia/sf)

DPR RI PAN
Update

Update

Previous Article

Fraksi PPP DPR RI Minta Pemerintah Tindaklanjuti...

Next Article

Fraksi Gerindra DPR RI Minta Pemerintah...

Related Posts

Peringkat

Profle

Update

Alamsyah putra

Alamsyah putra

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Mar 14, 2021

Totong Setiyadi

Totong Setiyadi

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Mar 28, 2021

Aleks Waine

Aleks Waine

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Jul 11, 2021

Fikri Haldi

Fikri Haldi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Alamsyah putra

17 Anggota DPRD Dogiyai Berikan Mosi Tidak Percaya Kepada Tiga Pimpinan Dewan
Banggar DPR RI Sepakati Postur Sementara RAPBN 2022 Rp2.714,2 Triliun
Sekretaris DPD Partai NasDem Cahyo Sasongko Pimpin Rapat Menjelang Kegiatan Vaksinasi Tahap II Besok
Banggar DPR RI Sepakati Asumsi ‘Lifting’ Migas Tahun 2022

Follow Us

Recommended Posts

17 Anggota DPRD Dogiyai Berikan Mosi Tidak Percaya Kepada Tiga Pimpinan Dewan
Banggar DPR RI Sepakati Postur Sementara RAPBN 2022 Rp2.714,2 Triliun
Banggar DPR RI Sepakati Asumsi ‘Lifting’ Migas Tahun 2022
Musa Rajekshah Terus Berjuang Besarkan Partai Golkar di Sumut
Komisi IV DPR RI Nilai Teknologi Informasi BROL di Perancak Sangat Luar Biasa